Selasa, 22 Januari 2013

New Authors Reading Challenge 2013


New Authors Reading Challenge 2013 adalah reading challenge pertama saya. Tahun sebelumnya saya tidak pernah menargetkan berapa buku yang saya baca. New Authors Reading Challenge 2013 adalah reading challenge dari Ren’sLittle Corner yang (kalau enggak salah) bertujuan untuk menemukan penulis-penulis baru yang tulisannya belum pernah kita baca.
Rulesnya :
1. Durasi challenge adalah setahun. Mulai dari 1 Januari - 31 Desember 2013.
2. Buku yang dibaca, adalah buku fiksi. Yang tidak termasuk dalam kategori buku untuk challenge ini : komik, graphic novel, kumcer (anthology), novella (cerita pendek), dan buku non fiksi.
Note : Untuk mengetahui apakah buku yang dibaca termasuk full novel, jumlah halaman untuk buku yang dibaca harus lebih dari 200 halaman 
3. Buku yang dibaca harus dari pengarang yang benar - benar baru untuk para peserta. Tidak ada batasan buku diterbitkan tahun berapapun.
Sebagai contohnya seperti ini :
Kamu ingin membaca buku Lords of The Ring karya J.R.R. Tolkien untuk challenge ini. Jika sebelumnya kamu tidak pernah baca karya Tolkien, maka beliau adalah pengarang yang baru untukmu.
Sebaliknya jika pada tahun kemaren kamu sudah baca buku karangan Dee Lestari, dan tahun ini kamu membaca karya terbaru dia yang rilis 2013, maka bukunya tidak masuk dalam kategori.
4. Boleh membaca baik edisi terjemahan atau edisi dalam bahasa asli (bahasa Inggris, Jepang, etc)
5. Tidak boleh re-read (baca ulang)
6. Jika buku yang kamu baca adalah bagian dari serial, yang masuk dalam challenge ini hanya buku pertama dari seri itu.
Contohnya : J.R.Ward adalah pengarang baru bagi kamu, dan kamu memutuskan untuk membaca buku pertama serial Black Dagger Brotherhood. Hanya buku pertama saja yang terhitung baru, buku selanjutnya tidak dimasukan. Jadi, satu pengarang, hanya boleh satu judul buku saja.
7. Boleh digabung dengan reading challenge dari blog - blog lain.
8. Khusus untuk blogger, buat master post tentang event ini di blognya. Khusus bagi mereka yang tidak punya blog (hanya ada akun Goodreads, Tumblr, Google plus, atau Facebook) silakan menuliskan pilihan levelnya di kolom komentar di blog ini.
9. Level untuk challenge ini adalah :
- Easy : 10 - 12 buku
- Middle : 12 - 20 buku
- Hard : 20 - 40 buku
- Maniac : > 40 buku
Naik level dibolehkan, jika peserta mengambil level Easy, Middle dan Hard.
10. Buku yang sudah selesai dibaca harus direview. Karena saya tidak tahu pengarang siapa saja yang tergolong baru untuk peserta, maka saya hanya bisa mengeceknya di review yang peserta tulis :). Review boleh bebas dimana saja (blog atau Goodreads)
11. Tidak perlu membuat list buku apa saja yang dibaca. Jika membuat list, diperbolehkan untuk mengganti judul buku jika dirasa kurang sesuai.
12. Khusus untuk blogger,  posting button untuk event reading challenge ini di side blog kamu.
13.  Jika sudah menentukan level, daftarkan link kalian di linky di bawah ini. Berikut ini saya berikan petunjuk untuk beberapa akun dalam mendaftarkan linknya :
- Blogger : Ketikkan link post blog kalian di kolom url
- Goodreads : Buat shelf khusus challenge ini (untuk nama shelf bebas), lalu ketik link shelf nya di kolom url
- Tumblr : Buat post khusus untuk challenge ini, dan ketik link Tumblr kalian di kolom url
- Facebook : Buat notes khusus untuk challenge ini, dan ketik link notesnya di kolom url
14. Pendaftaran akan dibuka mulai dari sekarang. Dan saya membebaskan partisipan untuk mendaftar kapan saja. Tapi lebih baik kalau mendaftar segera, supaya ga ketinggalan ikut kuis yang saya adakan tiap bulan.
15. Untuk peserta, wajib mencantumkan email yang bisa dihubungi di kolom komentar di bawah ini. Karena nantinya akan saya pakai untuk mengirimkan update challenge :)
16. Tiap bulan akan ada post update reading challenge, dan peserta wajib mendaftarkan link reviewnya di daftar linky yang ada di blog ini.
Tertarik? Segera daftar di Ren’s Little Corner

Karena ini reading challenge pertama saya, saya ngambil level....

Middle : 12 - 20 buku

Buku yang sudah saya baca :
1. Lovasket by Luna Torashyngu
2. Dekat di Mata Jauh di Hati by Nora Umres
3. Pacarku, Juniorku by Valleria Verawati
4. Miss Pesimis by Alia Zalea
5. Makhluk Tuhan Paling Katrok by Netty Virgiantini

[Review] Gaun-Gaun Kesunyian



Judul : Gaun-Gaun Kesunyian
Pengarang : mayokO aikO
Penerbit : Universal Nikko
Sinopsis:
Gaun-Gaun Kesunyian adalah warna cinta dan perjalanan cinta yang isnpiratif! Patah hati bukanlah warna yang gelap gulita! Ia hanyalah bagian dari kisah yang menyempurnakan sebuah warna cinta seperti gaun gaun yang menyodorkan warna-warninya. Gaun Gaun Kesunyian membuat kamu berkeliling menelusuri kota-kota indah dari Senggigi hingga Kofu di Jepang!

Gaun-Gaun Kesunyian merupakan kumpulan karya-karya dari mayokO aikO (kenapa huruf belakangnya besar dan huruf depannya kecil? Karena begitulah tulisan di buku ini. Sepertinya sang penulis ingin mencoba sesuatu yang berbeda) yang sepertinya sudah pernah diterbitkan di suatu majalah. Di setiap akhir sebuah cerita, selalu ada nama majalah dan tanggal, seperti pada cerita berjudul Seindah Mata Kristalnya, diakhirnya ada tulisan Majalah Anita, 26 Mei – 4 Jui 1997.
Buku ini memuat 14 cerpen, dengan cerita dan tokoh yang berbeda tentunya. Ke 14 cerpen itu berjudul, Gaun-gaun yang Sedih, Seindah Mata Kristalnya, Setengah Jam Saja, Valentine di Kota Masa Lalu, Diary Ketujuh Belas, Gadis Itu Bernama Kirei Na, Opera Tahun Baru, Parodi Cinta, Pelangi di Senggigi, Reinkarnasi, Tentang Bidadari Kecil, Scraf Merah Jingga, Kali ini Tentang Kehilangan dan Kali ini Tentang Luna. Kalau dilihat sekilas, judul cerpen yang pertama (Gaun-gaun yang Sedih) dan judul buku kumcer ini (Gaun-Gaun Kesunyian) mirip. Mungkin judul untuk buku ini terispirasi dari judul cerpen itu.
Karena buku ini adalah buku kumpulan cerpen jadi terdapat berbagai macam karakter di dalamnya. Ada yang yatim piatu, ada yang punya keluarga lengkap tapi ngerasa di buang. Ada yang cakep, ada yang biasa aja. Ada yang kaya, ada yang sederhana. Bahkan ada yang dari kerajaan. Tapi, kalau diteliti kebanyakan tokohnya berpenampilan modis, cakep (ganteng untuk laki-laki & cantik untuk perempuan) dan dari keluarga yang kaya. Alurnya pun beragam. Ada yang happy ending, ada juga yang sad ending. Latar tempatnya juga beragam. Ada di Indonesia, ada juga di Jepang. Tapi, kalau diteliti kayaknya lebih banyak yang sad ending dan lebih banyak yang berlatar di Indonesia, terutama di kota-kota yang ada di Jawa Tengah.
Buku ini menggunakan bahasa yang mendayu-dayu. Saking mendayu-dayunya sampai ada kalimat yang kurang komunikatif. Seperti pada kalimat langsung yang ada pada cerita Seindah Mata Kristalnya, akhir kalimatnya selalu menyebutkan nama lawan bicaranya. Misalnya,
“Bukan, Re.”
“Ya, Re.”
“Jangan, Re.”
Awalnya sih ngga papa, tapi kalau lama-lama bacanya jadi risih. Sebaiknya hanya diawal pembicaraan saja diberi kata sapaan pada akhir kalimat. Untuk kalimat selanjutnya tidak perlu karena pembaca sudah tau kepada siapa si tokoh berbicara.
            Eits, karena buku ini menggunakan bahasa yang mendayu-dayu bukan berarti buku ini jelek lho! Berkat bahasa yang mendayu-dayu itu, aku jadi punya banyak kosa kata baru. Terus dapat majas yang keren-keren.
            Oh ya, di beberapa cerita di buku ini juga dilengkapi dengan Bahasa Jepang lho! Aku jadi tau beberapa kosa kata Jepang yang baru. Tapi, sayangnya ada beberapa kalimat berbahasa Jepang yang ngga ada translatenya. Jadi, aku ngga ngerti dia ngomong apa. Sebaiknya, kalau pakai bahasa asing dilengkapi dengan terjemahannya. Kasihan kan yang ngga ngerti. Typo erorrnya juga cukup banyak.
            Untuk covernya, catchy banget. Sesuai dengan judulnya. Kalau dilihat sekilas sih kayak coretan-coretan biasa. Tapi, coba deh liat lebih teliti, sebenarnya itu gambar sebuah gaun.
            Kata-kata yang aku suka adalah penggalan kalimat langsung yang terdapat pada cerpen berjudul Gaun-Gaun yang Sedih yang berbunyi seperti ini “Hidup terlalu pendek,Roy.Tak lebih dari satu tarikan napas bila kamu mengisinya dengan sesuatu yang sia-sia.” Kata-kata itu mengingatkan aku betapa pentingnya menghargai waktu. Satu detik itu berarti segalanya. Apapun yang kita lakukan haruslah dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar kita tidak menyesal nantinya.
            Well, buku ini cukup berkesan buat aku. Kenapa aku bilang cukup berkesan? Karena ada beberapa cerita yang mampu buat aku terpukau, saking terpukaunya sampai nangis. Tapi, ada beberapa yang bikin bosen. Buku ini cocok untuk para pecinta kumpulan cerpen dan para pecinta cerita dengan gaya bahasa yang mendayu-dayu.

[Review] Lovasket by Luna Torashyngu


Judul                           :    Lovasket
Penulis                        :    Luna Torashyngu
Penerbit                      :    Gramedia Pustaka Utama
Genre                         :    Teenlit
Tahun terbit               :    2007
Jumlah halaman         :    312

Novel ini bercerita tentang anak SMA bernama Vira yang cantik, dari keluarga yang kaya dan jago main basket. Memiliki sebuah geng yang sudah bisa dipastikan anggotanya dari keluarga terpandang juga. Sampai suatu ketika, kehidupannya berubah 180 derajat. Ayahnya masuk penjara dan ia jatuh miskin. Ia dijauhi teman-temannya dan dikeluarkan dari sekolah. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah ia sanggup menjadi orang miskin?

Menurutku novel ini sangat menyenangkan. Gaya bercerita yang digunakan penulis (Luna Torashyngu) sanggup membuat aku hanyut dalam cerita. Apalagi waktu pertandingan basketnya. Luna Torashyngu bisa mendeskripsikan pertandingan dengan apik. Menurutku, dia tidak bercerita. Dia seperti menunjukkannya. Menunjukkan sebuah pertandingan basket yang menegangkan. Aku sampai bisa merasakan pertandingan yang sesungguhnya. Percaya nggak percaya, aku juga ngerasa deg-degan menanti akhir pertandingan. Meskipun aku bisa mengetahuinya dalam sekejap dengan melirik halaman berikutnya, tapi aku tidak melakukannya karena aku tidak mau melewatkan detail pertandingan itu.

Sayangnya, ada  beberapa istilah yang tidak aku mengerti. Aku memang bukan pemain basket dan tidak terlalu tahu istilah-istilah dalam olahraga tersebut. Jadi, saat membaca beberapa istilah dalam permainan tersebut aku sedikit menaikan alis karena tidak ada penjelasannya. Memang sih tidak terlalu berpengaruh karena pertandingan yang seru itu selalu menuntut kita untuk membacanya, tapi akan lebih bagus jika diberikan sedikit penjelasan. Jadi, pembaca (yang sepertiku, terutama) tidak perlu menaikan alis.

Soal cover, aku suka banget. Gambar cewek di cover itu bener-bener bisa menggambarkan sosok seorang Vira yang tomboy enggak, feminin juga enggak, pas banget deh. Tapi, aku sedikit rancu melihat gambar cowoknya. Apakah itu pacarnya? Tapi, pacarnya tidak bermain basket. Mantannya? Emang sih dia pemain basket, tapi dia tidak pernah tanding melawan Vira. Sahabatnya? Yah, bisa jadi sih. Tapi, aneh aja. Soalnya Vira itu lebih sering tanding sama mantan sahabatnya (cewek).

Overall, novel ini sangat menghibur. Rasanya aku enggak cuman baca novel doang, tapi sekaligus menyaksikan pertandingan basket. Sepertinya novel ini cocok buat yang suka novel bergenre teenlit, pecinta novel yang seru dan pemain basket yang suka baca novel.