Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

[Review] Dekat di Mata Jauh di Hati by Nora Umres


Judul : Dekat di Mata Jauh di Hati
Penulis : Nora Umres
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 272 halaman
Sinopsis :
Aku pernah nolak Dido. Sekarang dia lakukan hal yang sama dengan cara yang lebih bikin hati perih, tulis Uki di buku harian. Aku sama sekali nggak nyangka, Diso ternyata menyimpan dendam...

Kenapa Uki nolak Dido, teman sekolah sekaligus sahabatnya itu? Coz, dia jatuh hati kepati-pati sama cowok lain. Cowok yang jauh lebih dewasa darinya. Cowok yang selalu bikin dadanya berdentam, bahkan hanya dengan suara dan nada bicara. Cowok yang kemudian memupus harapan dan cintanya. Sekaligus cowok yang ngasih dia kekuatan saat bimbang memilih, melepas atau merengkuh Dido, dengan bilang, "Ikuti aja kata hati..."

Uki pun mendengar dan mengikuti kata hati. Sayang, dia kembali kebentur kenyataan pahit. Dido sepertinya nggak bisa menunggu "gayung bersambut" lebih lama lagi. Dari Rara, sahabat sekelasnya, Uki tahu cowok terkiut di sekolah itu nonton bareng dan bergandengan mesra dengan fotomodel bernama Silvie.
Yang Uki nggak tahu, saat dia curhat di buku harian, Dido menulis sebait puisi untuknya:

mantra suku mana yang bisa mendekatkan hati kita?
lagu cinta siapa yang bisa menyatukan hati kita?
atau memang tak pernah ada
dan kita tapaki rel sepanjang ketakmungkinan
hujan tanpa awan?

Menjadi seorang yang bisa diperebutkan banyak orang mungkin menjadi angan-angan sebagian wanita di dunia ini. Disukai dan diidamkan-idamkan akan menjadikan kita merasa memiliki banyak perhatian. Itulah yang dialami Uki. Cewek yang sangat pintar mengendalikan perasaannya dan selalu tersenyum kepada semua orang ini, disukai atau dicintai oleh banyak pria di sekolah nya. Mulai dari teman sebayanya, kakak kelas sampai Guru Bahasa Indonesia, memberikan perhatian lebih pada Uki. Terutama Dido─anak kelas sebelah yang sempat terlibat pertarungan puisi dengan salah satu orang lain yang menyukai Uki─sangat gencar menarik perhatian Uki dengan memberikan lelucon-leluconnya. Tapi sayang, Uki sudah menaruh hatinya pada orang lain.

Sebuah kenyataan bahwa ia hanyalah seorang ‘sephia’ bagi orang tersebut membuat Uki terpukul. Kemudian, dengan tiba-tiba ia mendapat teror yang menyuruhnya untuk menjauhi orang itu. Bagaimanakah kelanjutan kisah Uki? Siapakah peneror itu? Dan, kepada siapa Uki akan menyerahkan hatinya?

Menurutku, novel ini cukup menarik untuk teenlit yang ditujukan bagi remaja. Beberapa lelucon dalam novel ini mampu membuatku tertawa dan beberapa lukisan tentang hati Uki mampu membuatku merasakan sakitnya. Sebenarnya, kalau aku jadi Uki aku pasti akan langsung memilih Dido. Sudah sangat terlihat jelas Dido itu sangat perhatian dan ‘pantang menyerah’. Ia pantang menyerah walau sudah mengetahui bahwa Uki tidak menyukainya. Yah, bagaimanapun, hati tidak bisa dipaksakan, rasa itu akan mengalir apa adanya kan? :p

Di dalam novel ini juga banyak terdapat puisi-puisi indah yang menggetarkan hati dan kata-kata mutiara pembangkit semangat. Overall, aku sangat menikmati novel ini. Dan aku pikir, novel ini sangat cocok untuk anak SMA atau pecinta novel teenlit^^

Rabu, 13 Februari 2013

[Review] Pacarku Juniorku by Valleria Verawati

Judul : Pacarku Juniorku
Penulis : Valleria Verawati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 208 halaman

Mungil, manis, jadi ketua OSIS, tapi judesnya minta ampun. Itulah Bia, cewek kelas 3 SMA Constantine. Banyak cowok naksir Bia, tapi Bia menganggapnya angin lalu.

Waktu acara MOS, Bia ketemu sama Egi, cowok kelas 1 yang rada tengil, tapi baik hati dan nggak gampang nyerah.Waktu mendapat hukuman disuruh nyanyi, Egi malah sengaja menggoda Bia, bikin Bia makin benci sama cowok itu.

Ternyata ada kebaikan hati dibalik judesnya Bia. Ada ketulusan cinta dibalik ketengilan Egi. Tapi kedekatan dua anak manusia itu terusik, karena sahabat Bia juga naksir Egi...
***

Bia, cewek bertubuh mungil yang dikenal paling galak diantara para OSIS dan ditakuti oleh semua peserta MOS, untuk pertama kalinya mendapat surat cinta dari peserta MOS (biasanya dapet surat benci :D). Egi, cowok keren yang langsung populer itulah yang membuat surat cinta untuknya. Egi memang sudah jatuh cinta pada Bia sejak hari pertama MOS. Ia terus berusaha membuat mendekati Bia, tapi Bia selalu saja menolak. Bia selalu membentak-bentak Egi, tapi Egi pantang menyerah. Seperti Bia yang terus membentak-bentaknya, Egi malah terus mendekati Bia. Sebenarnya, ada satu alasan kenapa Bia tidak mau berhubungan dengan Egi atau cowok lainnya. Kira-kira, apa ya alasan itu? Dan, apakah Egi berhasil membuat Bia jatuh hati?

Tiga kata untuk novel ini. Seru, kocak, menyenagkan! Kelakuan Egi yang agak-agak bloon (karena nggak bisa lompat kodok) pada awal BAB 1, berhasil  membuatku ketawa ngakak. Adu mulut antara Egi dan Bia selaluseru untuk diikuti. Itulah yang membuat novel ini menyenangkan.

Gaya bercerita yang asik mampu membuatkuhanyut dalam novel ini. Cerita di novel ini juga tidak melulu tentang Bia dan Egi. Ada juga cerita tentang keluarga Bia, sahabat-sahabat Bia (Cha-Cha, Yuki dan Tammy) dan rahasia Tammy tentang Egi. Sehingga membuat novel ini lebih berwarna.

Novel ini pas banget dah buat anak SMA kayak aku xD dan pecinta novel teenlit tentunya^^

Selasa, 22 Januari 2013

[Review] Lovasket by Luna Torashyngu


Judul                           :    Lovasket
Penulis                        :    Luna Torashyngu
Penerbit                      :    Gramedia Pustaka Utama
Genre                         :    Teenlit
Tahun terbit               :    2007
Jumlah halaman         :    312

Novel ini bercerita tentang anak SMA bernama Vira yang cantik, dari keluarga yang kaya dan jago main basket. Memiliki sebuah geng yang sudah bisa dipastikan anggotanya dari keluarga terpandang juga. Sampai suatu ketika, kehidupannya berubah 180 derajat. Ayahnya masuk penjara dan ia jatuh miskin. Ia dijauhi teman-temannya dan dikeluarkan dari sekolah. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah ia sanggup menjadi orang miskin?

Menurutku novel ini sangat menyenangkan. Gaya bercerita yang digunakan penulis (Luna Torashyngu) sanggup membuat aku hanyut dalam cerita. Apalagi waktu pertandingan basketnya. Luna Torashyngu bisa mendeskripsikan pertandingan dengan apik. Menurutku, dia tidak bercerita. Dia seperti menunjukkannya. Menunjukkan sebuah pertandingan basket yang menegangkan. Aku sampai bisa merasakan pertandingan yang sesungguhnya. Percaya nggak percaya, aku juga ngerasa deg-degan menanti akhir pertandingan. Meskipun aku bisa mengetahuinya dalam sekejap dengan melirik halaman berikutnya, tapi aku tidak melakukannya karena aku tidak mau melewatkan detail pertandingan itu.

Sayangnya, ada  beberapa istilah yang tidak aku mengerti. Aku memang bukan pemain basket dan tidak terlalu tahu istilah-istilah dalam olahraga tersebut. Jadi, saat membaca beberapa istilah dalam permainan tersebut aku sedikit menaikan alis karena tidak ada penjelasannya. Memang sih tidak terlalu berpengaruh karena pertandingan yang seru itu selalu menuntut kita untuk membacanya, tapi akan lebih bagus jika diberikan sedikit penjelasan. Jadi, pembaca (yang sepertiku, terutama) tidak perlu menaikan alis.

Soal cover, aku suka banget. Gambar cewek di cover itu bener-bener bisa menggambarkan sosok seorang Vira yang tomboy enggak, feminin juga enggak, pas banget deh. Tapi, aku sedikit rancu melihat gambar cowoknya. Apakah itu pacarnya? Tapi, pacarnya tidak bermain basket. Mantannya? Emang sih dia pemain basket, tapi dia tidak pernah tanding melawan Vira. Sahabatnya? Yah, bisa jadi sih. Tapi, aneh aja. Soalnya Vira itu lebih sering tanding sama mantan sahabatnya (cewek).

Overall, novel ini sangat menghibur. Rasanya aku enggak cuman baca novel doang, tapi sekaligus menyaksikan pertandingan basket. Sepertinya novel ini cocok buat yang suka novel bergenre teenlit, pecinta novel yang seru dan pemain basket yang suka baca novel.